Sunday, July 19, 2009

Minyak Ikan, Lemak Yang Menyembuhkan
minggu, 20 juli 2009

Uji coba atas hewan telah menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi lemak tertentu dapat mengurangi sejumlah sel pembunuh alami (SPA) yang ada dalam darah dan limpa. SPA merupakan bagian integral dari respon sistem kekebalan terhadap infeksi virus dan beberapa tipe kanker. Para peneliti di Oxford University sekarang melaporkan bahwa minyak ikan sangat diperlukan untuk mengurangi aktivitas SPA dalam subjek penelitian manusia.
Penelitian mereka melibatkan 48 laki-laki dan wanita berusia 55-75 tahun. Partisipan diacak dalam menerima salah satu dari 6 suplemen selama 12 minggu. Suplemen-suplemen tersebut tersedia dalam bentuk kapsul, tiga diantaranya dikonsumsi tiap kali makan. Sembilan jenis kapsul (dikonsumsi tiap hari) mengandung total 2 gram asam alpha-linolenic, 770 mg asam gamma-linolenic (dari evening primrose oil), 680 mg asam arachidonic, 720 mg asam docosahexaenoic (DHA), 720 mg asam eicosapentaenoic (EPA) + 280 mg DHA (minyak ikan) atau placebo (campuran 80:20, minyak kelapa sawit dan bunga matahari). Semua partisipan telah diambil contoh darahnya 4 minggu sebelum memulai suplementasi dan kemudian diambil lagi tiap empat minggu selama percobaan dan juga empat minggu sesudahnya.

Para peneliti menemukan tidak ada perubahan dari aktivitas sel pembunuh kecuali dalam grup yang mengkonsumsi minyak ikan. Disini mereka mengamati suatu penurunan rata-rata 20% sesudah 8 minggu dan 48% sesudah 12 minggu. Penurunan tersebut menghilang sesudah konsumsi minyak ikan dihentikan. Fakta memperlihatkan tidak ada penurunan dalam pemberian DHA, memperlihatkan bukti bahwa EPA lah yang membuat penurunan aktivitas sel pembunuh ini timbul. Para peneliti mengambil kesimpulan bahwa mengkonsumsi EPA yang cukup banyak akan memberikan efek yang baik bagi orang-orang yang beresiko terhadap infeksi virus dan beberapa kanker.
Suplemen minyak ikan yang mengandung EPA memiliki efek anti peradangan dan bermanfaat bagi penderita rheumatoid arthritis dan psoriasis. Namun efek positif ini dapat berkurang jika dalam diet kita ternyata tinggi akan asam linoleic. Eksperimen terkontrol selama 7 minggu yang melibatkan 30 sukarelawan pria telah dilakukan di Australia. Partisipan diberikan 1,6 gr EPA dan 0,32 gr DHA setiap harinya. Separuh dari partisipan dijaga untuk tetap memiliki diet tinggi akan asam linoleic yaitu menggunakan margarin dan minyak tak jenuh ganda. Separuh lainnya menggunakan mentega (butter) dan minyak zaitun yang berarti rendah akan asam linoleic.

Eksperimen tersebut dengan jelas memperlihatkan bahwa pengkonsumsian minyak ikan akan meningkat manfaatnya jika dalam diet mengandung mentega dan minyak ikan. Margarin dan minyak tak jenuh ganda memiliki efek menghambat kasiat minyak ikan dan harus disingkirkan dari diet supaya bisa memperoleh manfaat maksimum dari minyak ikan.
Suplementasi minyak ikan pada bayi yang kurang nutrisi ternyata dapat meningkatkan status DHA mereka. Para peneliti dari Netherland menemukan bahwa minyak ikan sangat mudah diserap dan meningkatkan tingkat DHA sel darah merah lebih dari 47%. Ini bisa dicapai dengan memberikan 500 mg minyak ikan setiap hari, dimana tiap 500 mg tersebut mengandung 112 mg DHA, diberikan selama 9 minggu. Para peneliti menyatakan bahwa tingkat DHA yang meningkat ini tidak berakibat pada konsentrasi asam lemak Omega-6 RBC yang menjadi perhatian, karena adanya hubungan kompetitif antara omega-3 dan omega-6. Studi ini melibatkan bayi Pakistan berumur 8-30 bulan yang kurang nutrisi dan diberikan ASI.
Efek Bagus pada Penyakit Lupus

Menurut suatu studi, asam lemak pada ikan seperti tuna dan salmon dapat membantu mengurangi gejala lupus. Studi yang melibatkan 52 pasien penderita lupus diteliti selama 6 bulan. Partisipan mengkonsumsi suplemen minyak ikan 3 kali sehari, suplemen tembaga, tembaga dan minyak ikan, atau placebo. Tembaga memperlihatkan hasil nihil, sedangkan semua pasien yang mengkonsumsi minyak ikan memperlihatkan penurunan gejala lupus seperti peradangan dan kelelahan yang merupakan gejala lupus yang paling melemahkan dalam hidup penderitanya. Dilaporkan juga, peningkatan hasil yang positif berkisar dari biasa sampai kepada yang drastis.

Lupus merupakan suatu penyakit dimana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri, mengakibatkan rasa sakit pada persendian, demam, sakit kulit, masalah pada ginjal atau pada jantung dan juga keletihan yang luar biasa. Penyebab dari lupus itu sendiri belum diketahui. Steroid dan obat-obatan lain seringkali diberikan untuk memanipulasi kondisi/gejala, namun bagaimanapun juga, ini bisa mengakibatkan efek samping yang serius. Selama penelitian, beberapa pasien yang memakai minyak ikan dan steroid secara bersamaan, ternyata dapat mengurangi dosis steroid mereka.

Asam lemak omega-3 yang terdapat pada minyak ikan sangatlah bermanfaat untuk pertumbuhan, perkembangan otak, dan baik untuk melawan peradangan serta meningkatkan daya tahan tubuh terutama pada masa-masa penyembuhan. Selain itu, minyak ikan bisa dikonsumsi oleh semua golongan umur. Ikan seperti mackerel, trout, herring, sardine, tuna dan salmon adalah sumber yang bagus.

Untuk penggunaan sebagai suplemen kesehatan, konsumsilah minyak ikan 3 kali sehari. Bagi balita, berikan 1 butir kapsul/setengah sendok teh minyak tiap kali konsumsi. Untuk anak-anak diatas lima tahun, 2 butir kapsul/satu sendok teh minyak dan untuk dewasa, 3-4 butir kapsul/satu sendok makan minyak ikan.
Manfaat Pepaya untuk Obat
Minggu, 20 Juli 2009

Pepaya atau Carica papaya, Linn.Familia : CariccaceaePepaya (carica papaya) merupakan tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Pepaya menyerupai palma, bunganya berwarna putih dan buahnya yang masak berwarna kuning kemerahan, rasanya seperti buah melon. Tinggi pohon pepaya dapat mencapai 8 sampai 10 meter dengan akar yang kuat. Helaian daunnya menyerupai telapak tangan manusia. Apabila daun pepaya tersebut dilipat menjadi dua bagian persis di tengah, akan nampak bahwa daun pepaya tersebut simetris. Rongga dalam pada buah pepaya berbentuk bintang apabila penampang buahnya dipoting melintang. Tanaman ini juga dibudidayakan di kebun-kebun luas karena buahnya yang segar dan bergizi.Nama Lokal :Papaw (Inggris), Pepaya (Indonesia), Gedang (Sunda); Betik, Kates, Telo gantung (Jawa);

Penyakit Yang Dapat Diobati :Batu ginjal, Hipertensi, Malaria, Sakit keputihan, Kekurangan ASI; Reumatik, Malnutrisi, Gangguan saluran kencing, haid berlebihan; Sakit Perut saat haid, Disentri, Diare, Jerawat, Ubanan;1. Batu Ginjal (niersteen = Belanda)
Bahan: 7 lembar daun pepaya
Cara membuat dan menggunakan :
Memakai formula 3-5-7 plus, artinya :
Hari Pertama, 3 lembar daun pepaya yang masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
Hari Kedua, 5 lembar daun pepaya yang masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
Hari Ketiga, 7 lembar daun pepaya yang masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun pepaya tersebut diminum 1 gelas sekaligus.
Untuk menutupnya ditambah dengan minum air kelapa muda (degan=Jawa), yang dipilih dari buah kelapa hijau.Catatan : bagi yang mengidap hipertensi tidak boleh minum resep ini.2. Hipertensi (tekanan darah tinggi)a. Bahan: 2 potong akar pepaya
Cara membuat: direbus dengan 1 liter air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring;
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir b. Bahan: 7 lembar daun atau bunga tapakdara
Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air dan dibiarkan beberapa saat dan disaring
Cara menggunakan: diminum menjelang tidur.3. Malaria
Bahan: 1 lembar daun pepaya, tempe busuk sebesar ibu jari, garam secukupnya.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian diperas dan disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari selama 7 hari berturut-turut.4. Sakit Keputihan
Bahan: 1 lembar daun pepaya, 1 potong akar rumput alang-alang, adas pulosari secukupnya.
Cara membuat: daun pepaya dicincang halus, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan 1,5 liter air sampai mendidih dan disaring
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas dan dilakukan secara teratur.5. Kekurangan ASI
Bahan: buah pepaya yang masih hijau (muda) tanpa dikuliti.
Cara membuat: buah pepaya tersebut dibelah menjadi 2 bagian, sebagian direbus dengan air dan sebagian yang lain menggunakan cuka.
Cara menggunakan: air rebusan tersebut diminum 2-3 sendok teh sehari dan dilakukan secara teratur.6. Reumatika. Bahan: buah pepaya, 2 butir telur ayam kampung;
Cara membuat: buah pepaya dipotong penampangnya kemudian telur dimasukkan dalam pepaya melalui lubang yang telah dibuat dengan memotong penampang tadi, ditutup kembali rapat-rapat dan dibakar hingga telur yang ada di dalamnya masak
Cara menggunakan: telur yang sudah masak tersebut dimakan pagi dan soreb. Bahan: 2 potong akar pepaya, 1 lembar daun pepaya;
Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas pada sore hari. 7. Malnutrisi (gejala kekurangan salah satu zat makanan pada balita)a. Bahan: 2 lembar daun pepaya, 3 tangkai daun dadap serep, kapur sirih secukupnya.
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus.
Cara menggunakan: dipergunakan sebagai bedak dan dioleskan pada perut balita yang sakit.b. Bahan: 1 lembar daun pepaya
Cara membuat: direbus dengan 1,5 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya
Cara menggunakan: diminumkan pada balita 2 sendok makan setiap hari.8. Gangguan saluran kencing
Bahan: 3 potong akar pepaya
Cara membuat: direbus dengan 1 liter air air sampai mendidih, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 0,5 gelas.9. Haid berlebihanBahan: buah pepaya yang masih hijau (muda)Cara membuat: direbus dengan air sampai masak.Cara menggunakan: dimakan dagingnya.10. Sakit perut pada waktu haid
Bahan: 1 lembar daun pepaya, buah asam dan garam secukupnya
Cara membuat: daun pepaya ditumbuk halus, dicampur dengan bahan lainnya sampai merata dan ditambah air sampai merata dan ditambah air masak secukupnya, kemudian diperas dan disaring.
Cara menggunakan: diminum pada saat haid.11. Disentri
Bahan: 2 lembar daun pepaya dan 1 sendok teh bubuk kopi.
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 cangkir.12. Diarea. Bahan: 7-10 biji buah pepaya
Cara membuat: biji pepaya dicuci bersih dan dikunyah.
Cara menggunakan: Ditelan atau dimakan 1 kali seharib. Bahan: 1 lembar daun pepaya dan 1 sendok minyak kelapa
Cara membuat: direbus dengan air dan diberi minyak kelapa sebanyak 1 sendok
Cara menggunakan: daun pepaya yang sudah menjadi layu dan lemas itu dalam keadaan masih hangat ditempelkan pada perut si sakit.